Dongeng Jeruk Linglang yang Bisa Menghidupkan Orang Mati
Di sebuah desa kecil yang terletak di lereng gunung, hiduplah seorang gadis bernama Sari. Dia tinggal sendirian setelah ibunya meninggal karena sakit, dan setiap hari dia selalu berdoa agar ibunya bisa pulang lagi.
Suatu pagi, Sari berjalan ke hutan untuk mencari buah. Tiba-tiba, dia melihat pohon yang sangat unik — daunnya berwarna keemasan, dan buahnya berwarna merah cerah seperti matahari terbit, dengan permukaan yang berkilau seperti permata. Seorang nenek tua yang berdiri di dekat pohon berkata dengan suaranya yang lembut: "Itu jeruk linglang, nak. Hanya satu buah yang tumbuh setiap tahun, dan ia memiliki kekuatan untuk menghidupkan orang mati. Tapi ingat — kekuatan itu tidak bisa digunakan sembarangan."
Sari sangat senang. Dia memetik jeruk linglang dan segera pulang ke rumah. Dia meletakkan jeruk di samping mayat ibunya dan membelahnya. Segera, sinar keemasan keluar dari jeruk dan menyentuh mayat ibunya. Tiba-tiba, ibunya terbuka matanya dan menyapa Sari dengan senyum.
Sari merasa sangat bahagia. Namun, kabar tentang jeruk linglang segera menyebar ke seluruh desa. Seorang pemimpin desa yang tamak mendengarnya dan ingin mengambil jeruk untuk menghidupkan ayahnya yang telah meninggal lama, agar ayahnya bisa membantu dia menguasai lebih banyak kekuasaan.
Suatu malam, pemimpin desa itu mencuri jeruk linglang yang baru tumbuh di pohon. Dia membelahnya di samping mayat ayahnya, dan ayahnya pun hidup kembali. Tapi, ayahnya yang hidup kembali bukanlah ayahnya yang dulu — dia menjadi pemuda yang tamak dan kejam, selalu ingin mengambil apa yang bukan miliknya. Desa pun menjadi kacau karena tingkah lakunya.
Sari melihat apa yang terjadi dan merasa sedih. Dia kembali ke pohon jeruk linglang dan bertemu lagi dengan nenek tua. "Mengapa ini terjadi?" tanya Sari. Nenek tua menjawab: "Jeruk linglang hanya bisa menghidupkan orang dengan hati yang baik. Jika digunakan untuk keinginan tamak, orang yang hidup kembali akan membawa keburukan."
Sari lalu meminta bantuan nenek tua untuk memperbaiki keadaan. Nenek tua memberinya sehelai daun dari pohon jeruk linglang dan berkata: "Gunakan ini untuk menyentuh orang yang hidup kembali karena keinginan tamak. Dia akan kembali ke tempatnya semula, dan desa akan pulih."
Sari melakukan apa yang dikatakan nenek tua. Pemuda yang kejam itu hilang, dan desa kembali damai. Sejak itu, Sari memelihara pohon jeruk linglang dengan hati-hati. Dia hanya akan memetiknya ketika ada orang yang benar-benar membutuhkannya, dan selalu mengingatkan orang lain tentang aturan penting jeruk yang berkilau itu.
Komentar
Posting Komentar